Respon Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntut Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin hukuman pidana penjara 20 tahun.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntut Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin hukuman pidana penjara 20 tahun.

Gemapos.ID (Jakarta) - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntut Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin hukuman pidana penjara 20 tahun. 

Hal ini terkait kasus dugaan tindak korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) tahun 2010-2019 dan dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang.

“Menuntut terdakwa Alex Noerdin dengan hukuman pidana penjara selama 20 tahun dengan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara,” katanya didampingi Tim JPU Kejaksaan Tinggi Sumsel pada Kamis (26/5/2022). 

JPU Kejagung mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti masing-masing senilai US$3,2 juta pada kasus PDPDE Sumsel. Selain itu Rp4,8 miliar pada kasus dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

“Uang pengganti tersebut harus dibayarkan dengan ketentuan bila sebulan setelah kasus tersebut berkekuatan tetap (inkrah) belum dibayar, maka semua aset terdakwa disita, bila nilai aset itu masih kurang diganti dengan 10 tahun penjara,” tutur JPU. 

Pemberian hukuman ini didasarkan pasal yang didakwakan kepada terdakwa yang diduga melanggar Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 KUHP subsider UU Nomor 31/1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian, dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31/1990 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHP, subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31/1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP, pada kasus pembelian gas bumi oleh BUMD PDPDE Sumsel.

Terdakwa Alex Noerdin menanggapi dirinya melalui penasihat hukum akan mengajukan nota pembelaan pada persidangan selanjutnya.

“Kepada hakim kami meminta waktu mempersiapkan pembelaan,” ujarnya yang hadir secara daring. 

Majelis hakim akan melanjutkan persidangan pada Kamis, 2 Juni 2022 di Pengadilan Negeri Palembang Sumsel dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Sebelumnya, tim JPU mengemukakan penyimpangan diduga tidak wajar ditemukannya pada kasus dugaan korupsi PDPDE Sumsel; Kejadian ini menimbulkan kerugian keuangan negara yang menurut perhitungan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan RI senilai US$30.194.452,72. 

Saat kasus tersebut terjadi terdakwa Alex Noerdin juga menjabat Ketua Dewan Pengawas PDPDE Sumsel.

Kasus ini menyeret tiga terdakwa lainnya yakni Muddai Madang selaku mantan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (perusahaan investor swasta) dan mantan Direktur PT PDPDE Gas.

Kemudian, Caca Ica Saleh S selaku mantan Direktur Utama PDPDE dan mantan Direktur Utama PT PDPDE Gas. Terakhir, terdakwa A Yaniarsyah Hasan selaku mantan Direktur PDPDE dan mantan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusantara. (ant/mau)