Mentan Apresiasi Jawa Timur Menjadi Penyumbang Terbesar PDB Peternakan

sapi-bali-wajib-bunting
sapi-bali-wajib-bunting
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman apresiasi perkembangan peternakan sapi di Jawa Timur yang dinilai berhasil melampui target dengan pertumbuhan peningkatan sapi potong secara nasional karena mampu berkontribusi hampir mencapai 40% dari populasi sapi nasional yang tentunya berdampak pada peningkatan PDB Peternakan. Amran menilai Jawa Timur telah berhasil sukses melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi dan Kerbau Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB), yang telah dicanangkan sejak Oktober 2016 yang kini menunjukkan hasil yang luar biasa, terbukti dengan capaian kinerja kegiatan utama UPSUS SIWAB 2017-2019. “Saya berharap Jawa Timur mampu menjadi percontohan produksi sapi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia” ungkap Amran saat saat membuka secara resmi Rapat Evaluasi Upsus Siwab Tahun 2019 di Surabaya.(10/10) Menanggapi pernyataan Amran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa betapah indahnya Indonesia jika ilmu Upsus Siwab dikerjakan secara sistematik, terukur yang disertai ekosistem dan lingkungan yang mendukung , maka Indonesia siap ekspor sapi. “Kami siap untuk mewujudkan swasembada protein hewani” ujar Khofifah. Keberhasilan pelaksanaan IB di Jawa Timur dilakukan secara terintegrasi melalui kegiatan perbaikan pakan, pelayanan kesehatan hewan, perbaikan mutu bibit, distribusi semen beku dan pengendalian pemotongan betina produktif sehingga pencapaian akseptor sapi juga melebihi standar pelaksanaan IB secara nasional yang pada umumnya berada pada kisaran 60-70% . Selain pelaksanaan IB yang terintegrasi, Jawa Timur juga memiliki ribuan jumlah inseminator , dan hampir 90 % diantaranya telah mengantongi sertifikat kompetensi profesi. Kinerja UPSUS SIWAB Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyampaikan kinerja Upsus Siwab secara nasional sangat menggembirakan. Hal ini terlihat dari pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari Januari 2019 hingga 8 Oktober 2019 telah terealisasi 2.868.445 ekor atau 95,34% dari target akseptor sebesar 3.000.000 ekor, kebuntingan mencapai 1.754.674 ekor atau 83,56% dari target sebesar 2.100.000 ekor sedangkan Kelahiran pedet mencapai 1.556.863 ekor atau 92,6% dari target 1.680.000 ekor. “Jawa Timur hingga saat ini dilaporkan diatas target dengan realisasi akseptor IB mencapai 105,4% sedangkan realisasi kelahiran mencapai 111% atau sebanyak 808.237 ekor” ujar Ketut bangga saat ditemui diruang kerjanya. (10/10). Menurut Ketut, bahwa peternak sebagai tulang punggung peternakan nasional sudah saatnya harus berjaya. “Untuk itu, pemerintah serius dan komitmen untuk melaksanakan UPSUS SIWAB sebagai langkah terobosan dalam percepatan pencapaian target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak,” pungkas Ketut.