DPR RI Setujui Tambah Anggaran Kementerian Investasi Sebesar Rp889 Miliar

Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji saat memimpin Raker dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). (Foto: Gemapos/DPR RI)
Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji saat memimpin Raker dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). (Foto: Gemapos/DPR RI)

Gemapos.ID (Jakarta) - Komisi VI DPR RI dalam Rapat Kerja (Raker) dengan menyetujui usulan tambahan anggaran Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp889 miliar. Tambahan anggaran ini, kata Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji merupakan tambahan anggaran yang akan digunakan untuk program dukungan manajemen dan program penanaman modal.

Hal itu disetujui DPR saat Rapat Kerja (Raker) dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). 

Sebelumnya, diketahui, pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas ditetapkan sebesar Rp681 miliar. Anggaran itu, disebutkan Sarmuji adalah untuk program penanaman modal sebesar Rp331 miliar dan program dukungan manajemen sebesar Rp359 miliar.

Sementara itu, terhadap realisasi penyerapan anggaran Kementerian Investasi tahun 2023, Komisi VI mengapresiasi serapan anggaran yang mencapai 97,14 persen. Untuk itu, Komisi VI pun mendorong Kementerian Investasi untuk meningkatkan kinerja dan realisasi penyerapan anggaran di tahun 2024.

"Komisi VI DPR RI mengapresiasi realisasi penyerapan anggaran Kementerian Investasi tahun 2023 yang mencapai 97,14 persen serta mendorong Kementerian Investasi untuk meningkatkan kinerja dan realisasi penyerapan anggaran di tahun 2024," kata Sarmuji saat membacakan kesimpulan Raker. (ns)