Mentan Amran Akan Berangkatkan Puluhan Mahasiswa Untuk Program PAT

Kementan akan lakukan Studi Banding Luar Negeri Untuk 50-100 Mahasiswa  PEPI Serpong  yang mempunyai nilai PAT terbaik. (foto: gemapos/tribun)
Kementan akan lakukan Studi Banding Luar Negeri Untuk 50-100 Mahasiswa PEPI Serpong yang mempunyai nilai PAT terbaik. (foto: gemapos/tribun)

Gemapos.ID (Jakarta) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran melepas mahasiswa Polbangtan dan PEPI dalam rangka pengawalan untuk program perluasan areal tanam (PAT) dan upaya darurat pangan yang dilakukan di kampus Polbangtan Bogor, Senin (10/6).

Ada sebanyak 1029 mahasiswa yang rencananya akan di berangkatkan ke beberapa wilayah yang ada di Indonesia, diantaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur hingga Merauke Papua. 

Kini, Mentan Amran merancang sebuah klaster pertanian modern yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan sekaligus sebagai motivasi untuk generasi muda dalam membangun sektor pertanian modern. 

Pada kesempatan yang sama, Mentan mengungkapkan bahwa 50 mahasiswa dengan nilai PAT terbaik akan di berangkatkan ke luar negeri untuk melakukan studi banding yang targetnya adalah perluasan areal tanam (PAT). 

“Target kita adalah perluasan areal tanam (PAT), yang dulu tanam satu kali menjadi tiga kali, dan yang terbaik nanti minimal 50 bila perlu 100 orang akan dikirim ke luar negeri untuk melakukan studi banding,” kata Amran, dikutip gemapos.id, di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Terkait dengan pernyataan tersebut, mahasiswa teknologi PEPI Serpong dengan antusias menyambut hal itu, dimana mereka berharap mampu mengimplementasikan teknologi dan ilmu dari negara lain untuk di implementasikan di Indonesia.

“Terkait dengan adanya PLT yang akan diberangkatkan untuk studi banding ke luar negeri, memberikan tantangan dimana saat ini pertanian di Indonesia masih sangat rendah akan tetapi hal ini akan mengembangkan pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang mandiri dan modern serta dapat dikenal oleh negara lain,” kata Bayungga Wahyusifa, mahasiswa PEPI Serpong. (dm)