Legislator Pertanyakan Efektivitas Kinerja Kemenkominfo Berantas Judi Online

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin saat mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, KPI, dan KI Pusat di ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, (10/6/2024). (gemapos/DPR RI)
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin saat mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, KPI, dan KI Pusat di ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, (10/6/2024). (gemapos/DPR RI)

Gemapos.ID (Jakarta) - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mempertanyakan efektivitas langkah Kemenkominfo dalam memberantas judi online. Pasalnya, transaksi judi online kembali terjadi di awal tahun 2024 dengan jumlah nominal yang menghebohkan, yaitu mencapai Rp 100T.

Hal itu disampaikan Nurul dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, KPI, dan KI Pusat di ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, (10/6).

Salah satu Raker tersebut membahas Realisasi dan Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2023; dan Pembahasan RKA Dan RKP Kemkominfo Tahun 2025.

“Rapat yang lalu tanggal 19 Maret, Bapak (Menkominfo) mengatakan bahwa Kominfo sudah memblokir 800 ribu judi online, namun perputaran pada 2023 itu sebesar Rp327 triliun. Transaksi (judi) online kembali terjadi antara bulan Januari sampai Maret 2024 telah mencapai 100 triliun (rupiah), berarti sudah efektif belum?,” jelas Nurul seperti dilansir dalam siaran resmi DPR RI, Selasa (11/6/2024).

Untuk memberantasi judi online ini, Kemenkominfo juga turut menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menutup rekening yang terkait dengan judi online yang dinilai kurang efektif.

Untuk itu, Nurul mempertanyakan terkait langkah Kemenkominfo selanjutnya guna menghentikan perjudian online untuk program kerja mendatang.

“Apakah strategi yang bapak sebutkan itu sudah masuk ke dalam anggaran 2025? Bapak sudah menjanjikan dan implementasinya seperti apa kalau kenyataannya seperti ini berlanjut terus,” ungkapnya. (rk)