Sidang Lanjutan Tanah Mabes TNI Hadirkan Saksi dari Pihak Terdakwa

Sidang lanjutan Perkara Pidana Nomor 484/Pid. B/2023/PN. Bks, dengan terdakwa Dani Bahdani, digelar kembali dengan agenda mendengarkan keterangan 2 (dua) orang saksi dari pihak terdakwa, Senin (11/6/2024). (gemapos/puspen TNI)
Sidang lanjutan Perkara Pidana Nomor 484/Pid. B/2023/PN. Bks, dengan terdakwa Dani Bahdani, digelar kembali dengan agenda mendengarkan keterangan 2 (dua) orang saksi dari pihak terdakwa, Senin (11/6/2024). (gemapos/puspen TNI)

Gemapos.ID (Jakarta) - Sidang lanjutan Perkara Pidana Nomor 484/Pid. B/2023/PN. Bks, dengan terdakwa Dani Bahdani, digelar kembali dengan agenda mendengarkan keterangan 2 (dua) orang saksi dari pihak terdakwa, yaitu Marta Tjaong dan Imah Hadiyati di PNKota Bekasi, Jabar, Senin (10/6).

Sidang dilaksanakan secara terbuka untuk umum ini dipimpin oleh Majelis Hakim Basuki Wiyono, S. H., M.H., dengan Hakim Anggota 1 Sorta Ria Neva, S.H., Hakim Anggota 2 Joko Saptono, S.H., M.H., Panitera Pengganti Nining Anggraini K, S.H., Jaksa Penuntut Umum (JPU) Danu Bagus Pratama, S.H., M.H., Heru Saputra, S.H., M.Hum., dan Pengacara tersangka diantaranya Jhon, S.E., Panggabean, S.H., M.H., Daance Yohanes, S.H., Togap L. Panggabean, S.H., Mangasi Ambarita, S.H., Ganti Lombantoruan, S.H., M.H.

Saksi Marta Tjaong (54 Th) menjelaskan kepada Majelis Hakim bahwa terdakwa sebagai kuasa hukum orang tua saksi dalam mengurus tanah di Jatikarya.

"Saya pernah melihat girik tanah milik orang tua saya. Tetapi tidak mengetahui terdakwa melakukan pemalsuan surat," ungkapnya.

Selanjutnya saksi Ibu Imah Hadiyati (53 Th) mengungkapkan kepada Majelis Hakim bahwa tanah  tersebut milik kakeknya seluas 12.800 M2.

"Saya selaku ahli waris menggugat Hankam, karena sewaktu pembebasan tanah kakeknya belum dibayar," kata Saksi. Kemudian sidang akan dilanjutkan pada tanggal 24 Juni 2024. (rk)