Hasto Penuhi Panggilan KPK Soal Harun Masiku: Saya Taat Hukum

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Foto: gemapos)
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Foto: gemapos)

Gemapos.ID (Jakarta) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/6/2024). Hasto diperiksa sebagai saksi dalam kasus terkait Harun Masiku.

Dikutip dari laman Gesuri, Senin (10/6), Hasto tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Dia didampingi oleh kuasa hukum dan kolega saat tiba di kantor lembaga antirasuah itu. Hasto memberikan keterangan kepada awak media yang menunggunya sebelum masuk ke dalam lobi Gedung KPK.

"Sesuai komitmen, saya sebagai warga negara yang taat hukum, hari ini datang memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Hasto saat tiba di pelataran Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2024).

"Saya dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi. Jadi, mohon sabar, nanti saya akan memberikan keterangan pers selengkap-lengkapnya," imbuh Hasto.

Pada kesempatan tersebut Hasto didampingi oleh kuasa hukumnya. Ia mengaku membawa 3 pengacara.

"Saya didampingi oleh penasihat hukum saya. Ada bung Patra Zen, ada bung Ronny (Talapessy), dan ada bung Joy Tobing," ujar Hasto.

Sebagaimana diketahui, Harun Masiku telah menjadi DPO KPK sejak 17 Januari 2020. Harun merupakan tersangka suap kepada Pegawai Negeri terkait Penetapan Anggota DPR RI terpilih 2019-2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Dalam perkara ini, KPK juga telah memproses beberapa pihak, di antaranya mantan anggota KPU Wahyu Setiawan. Sementara itu, ada pula kader PDI Perjuangan Agustiani Tio Fridelina yang divonis empat tahun penjara, karena ikut menerima suap.

Wahyu dan Agustiani terbukti menerima suap sebesar SGD 19 ribu dan SGD 38.350 atau seluruhnya senilai Rp 600 juta dari Harun Masiku. Tujuan penerimaan uang tersebut agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan pergantian antar waktu (PAW). (ns)