Diresmikan Adik Prabowo, Umat Hindu Kini Miliki Kuil Besar di Jakarta Barat

Dari kiri ke kanan: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H. Abdul Wahid, Dirjen Bimas Hindu, Prof. Iengah Duija, Duta Besar India, Shri Sandeep Chakravorty, Hashim Djojohadikusumo,  dan Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. (Purn) Mochamad Iriawan atau Iwan Bule  dalam acara peresmian Kuil dan gedung serbaguna Shri Sanathana Dharma Aalayam, Murugan Temple, Sabtu (8/6/2024).
Dari kiri ke kanan: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, H. Abdul Wahid, Dirjen Bimas Hindu, Prof. Iengah Duija, Duta Besar India, Shri Sandeep Chakravorty, Hashim Djojohadikusumo, dan Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. (Purn) Mochamad Iriawan atau Iwan Bule dalam acara peresmian Kuil dan gedung serbaguna Shri Sanathana Dharma Aalayam, Murugan Temple, Sabtu (8/6/2024).

Gemapos.ID (Jakarta) - Yayasan Shri Sanathana Dharma Aalayam (SSDA) menggelar peresmian Kuil dan Gedung serbaguna umat Hindu di Kalideres Jakarta Barat, Sabtu (8/6/2024). Peresmian tersebut dihadiri oleh Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto.

Dewan Pembina Yayasan SSDA, AS Kobalen menyampaikan latar belakang didirikannya kuil sekaligus gedung serbaguna umat Hindu tersebut. Dirinya menyampaikan, proses pembangunan itu telah digagas selama hampir dua dua setengah tahun. Kobalen dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap donatur yang justru didominasi oleh umat Muslim di Indonesia.

"Setelah 2 tahun setengah, komitmen kami untuk menjadikan tempat ini sejarah bangsa indonesia. Tempat ini lahir dari kebangkitan jiwa dermawan-dermawan umat islam di negara islam terbesar melahirkan tempat ibadah Hindu yang spektakuler," paparnya.

"Belum pernah terjadi, di negara islam terbesar di Dunia sangat membantu lahirnya tempat ini. Kami mendapat donatur dari saudara umat islam hampir 20 miliar," imbuh Kobalen.

Kobalen kemudian menjelaskan latar belakang bagaimana pihaknya memutuskan untuk membagun sebuah kuil. Hal itu lantaran hampir 75 tahun warga Hindu India dari Sumatera Utara sering mengalami penundaan aktivitas ritual akibat tidak memilik tempat.

"Selama 75 tahun kami umat hindu india dari sumatera utara tidak punya tempat ibadah mandiri. Kami masih numpang-numpang. Hingga banyak aktivitas ritual banyak tertunda," ujarnya.

Kobalen berharap, bahwa kuil dan gedung serbaguna tersebut mampu menjadi sejarah. Dirinya menekankan bahwa kuil tersebut terwujud sebagai tempat yang dilandasi pondasi Pancasila.

"Tempat ini akan menjadi tempat ibadah kelompok agama hindu warga india. Tempat ini akan menjadi tempat ibadah umat hindu Indonesia. Tapi sejarah akan mencatat ini menjadi tempat ibadah yang dilandasi oleh pancasila Bhinneka Tunggal Ika, Pondasi bangsa Indonesia," tegas Kobalen.

Kuil tersebut diresmikan langsung oleh Hashim Djojohadikusumo yang hadir mewakili Prabowo Subianto. Hashim yang juga Ketua Dewan Pembina Gema Sadhana, organisasi sayap Partai Gerindra untuk umat Hindu menyampaikan selamat kepada pihak yayasan yang menjadikan kuil dan gedung serbaguna tersebut dari suatu khayalan atau impian menjadi terwujud.

“Selamat untuk panitia terutama Pak AS Kobalen selaku Ketua Umum Gema Sadhana, juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Shri Sanathana Darma Aalayam (SSDA) yang membuat tempat ini menjadi terwujud,” kata Hashim.

Kehadiran tempel atau kuil ini, kata Hashim, merupakan mukzijat Tuhan karena beberapa puluh tahun ada tindakan, ada halangan, dan bermacam-macam yang muncul, tapi berkat kerja sama yang luar biasa dari berbagai agama, kuil ini bisa terwujud.

“Semua agama di Indonesia ikut berbangga dengan kehadiran kuil ini. Saya mewakili Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada umat Hindu atas terwujudnya rumah ibadat ini,” ujar Hashim.

Dalam sambutannya, Hashim juga menyampaikan bahwa pada Januari 2025 saat acara ibadah besar yang digelar di kuil tersebut, Prabowo Subianto akan hadir sebagai Presiden Republik Indonesia.

Hashim juga menambahkan salah satu program dan cita-cita Prabowo-Gibran adalah pemerintah harus melindungi segala umat agama, ras, suku, dan golongan di NKRI. Kita harus memajukan toleransi dari semua umat agama, ras, suku, dan golongan.

“Ini salah satu program Prabowo-Gibran yang harus kita kawal. Kita akan bantu keperluan kawan-kawan dari semua agama termasuk umat Hindu yang telah mewujudkan tempat ibadah mereka,” ungkap Hashim. (ns)