Puluhan Calon Rohaniwan Khonghucu Praktik Li Yuan Pernikahan

Puluhan Calon Rohaniawan Konghucu Praktik prosesi Li Yuan Pernikahan agama Khonghucu. (gemapos/kemenag)
Puluhan Calon Rohaniawan Konghucu Praktik prosesi Li Yuan Pernikahan agama Khonghucu. (gemapos/kemenag)

Gemapos.ID (Jakarta) - Menjadi Rohaniwan Khonghucu membutuhkan proses panjang. Selain penguasaan keilmuan ajaran Khonghucu, juga harus mendapatkan pelatihan yang diselenggarakan Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan dan Matakin.

Untuk melahirkan para Rohaniwan Khonghucu, Pusbimbdik Khonghucu tahun ini sedikitnya menggelar tiga kali pelatihan. Pertama di Manado, diikuti 40 peserta. Kedua, di Pontianak, Kalimantan Barat diikuti 40 peserta. Ketiga di Bogor bersama 44 peserta.

“Untuk memberikan pelayanan yang semakin baik bagi umat Khonghucu, kita telah melaksanakan tiga kali pelatihan calon Rohaniwan Khonghucu,” kata Mohammad Farid Wadjdi di sela-sela acara Pelatihan Calon Rohaniwan Khonghucu di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2024).

“Ini menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan pelayanan keagamaan yang baik, khususnya bagi umat Khonghucu di Indonesia,” sambung Mohammad Farid Wadjdi.

Mohammad Farid Wadjdi menyampaikan bahwa sebagaimana amanat pemerintah, melalui Kementerian Agama yang dinakhodai Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, seluruh program yang dilakukan harus berbasis kebutuhan umat. Pihaknya juga harus memastikan pelayanan keagamaan dan layanan pendidikan betul-betul dapat dirasakan oleh umat dan masyarakat.

Pemateri dari Matakin Pusat, Ws. Mulyadi Liang menyampaikan materi tentang bimbingan pernikahan Khonghucu. Dia menjelaskan bahwa Li Yuan adalah istilah dari penamaan untuk upacara perkawinan dalam agama Khonghucu. Li Yuan sendiri memiliki arti menegakkan, dari asal kata Li (tegak) dan Yuan (perkataan atau perbuatan).

“Upacara Li Yuan ini dilaksanakan di Lithang atau Kong Miao tempat ibadah agama Khonghucu yang pelaksanaannya dipimpin oleh seorang Rohaniwan Khonghucu,” kata Ws. Mulyadi Liang.

Ws. Mulyadi Liang menjelaskan bahwa prosesi pernikahan ini menghadap altar Nabi Kongzi. Dengan persiapan ; Dian xiang (Tiam hio) ke hadapan altar Tian (jika ada altar Tian). Lalu menuju ke altar Nabi Kongzi untuk memberikan hormat dengan Jugong tiga kali. Selanjutnya kedua mempelai, orang tua, dan para saksi duduk di tempat yang telah disediakan hingga pelaksanaan Li Yuan Pernikahan ; Pembukaan, Pembacaan berita acara dan khotbah pengantar oleh pimpinan, Penyulutan lilin kecil pada altar oleh pendamping upacara, dan penyulutan lilin besar oleh kedua belah pihak orang tua mempelai.

Ws Gunadi yang juga pemateri dari Matakin menyampaikan bahwa tingkatan Rohaniwan Khonghucu itu ada tiga yakni Jiao Sheng (penebar agama), Wen shi (guru agama) dan Xue shi (pendeta). Jiao Sheng, memiliki tanggungjawab untuk meyalani umat, menebar, menyiarkan dan mengenalkan agama Khonghucu secara baik, etis dan bermartabat.

“Yang bersangkutan mempunyai bekal pemahaman dasar-dasar agama Khonghucu yang baik,” kata Ws Gunadi.

Tingkatakan kedua adalah Wen shi, adalah guru agama Khonghucu, bertanggungjawab melayani umat, menebar, menyiarkan dan mengenalkan agama Khonghucu secara baik, etis dan bermartabat. Dan yang bersangkutan mempunyai bekal pengalaman sebagai Jiao Sheng minimal 5 tahun.

Tingakatan ketiga, lanjut Gunadi adalah Xue shi, adalah yang bersangkutan sebagai pendeta agama Khonghucu, bertanggungjawab melayani umat, menebar, menyiarkan dan mengenalkan agama Khonghucu secara baik, etis dan bermartabat. Dan yang bersangkutan mempunyai bekal pengalaman sebagai Wen shi minimal 5 tahun.

“Jabatan Rohaniwan Khonghucu pada dasarnya adalah seumur hidup. Namun, ada beberapa hal yang menggugurkan sebagai Rohaniwan Khonghucu, seperti ; Rohaniwan sendiri tidak lagi mengimani Khonghucu sebagai agama yang diyakini, mengundurkan diri, melakukan perbuatan tercela, dan melanggar hukum. Di sini, Dewan Rohaniwan Matakin berwenang melepas status Rohaniwan tesebut,” jelas Gunadi. (rk)