Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Sehat, Jangan Sampai Salah Pilih!

Ilustrasi- Sapi Kurban Jayid (foto: gemapos/jayidfram)
Ilustrasi- Sapi Kurban Jayid (foto: gemapos/jayidfram)

Gemapos.ID (Jakarta) - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia bersiap untuk melaksanakan ibadah kurban. Salah satu aspek terpenting dalam kurban adalah memilih hewan yang sehat dan sesuai dengan syariat. Memilih hewan kurban yang sehat bukan hanya memastikan pemenuhan syariat agama, tetapi juga menjamin kualitas daging yang akan dikonsumsi. Berikut adalah panduan ciri-ciri hewan kurban yang sehat agar Anda tidak salah pilih.

1. Kondisi Fisik Umum

a. Postur Tubuh

Hewan kurban yang sehat memiliki postur tubuh yang baik, tidak terlalu kurus atau gemuk. Postur tubuh yang ideal mencerminkan keseimbangan antara tulang, otot, dan lemak. Hewan yang terlalu kurus mungkin mengalami malnutrisi atau penyakit, sedangkan hewan yang terlalu gemuk bisa saja memiliki masalah kesehatan lainnya.

b. Kulit dan Bulu

Kulit hewan kurban harus bersih dan tidak terdapat luka atau bisul. Bulu hewan harus terlihat mengkilap dan tidak rontok. Kulit yang kering, bersisik, atau terdapat benjolan bisa menjadi tanda adanya penyakit kulit atau parasit.

2. Kesehatan Mata dan Mulut

a. Mata

Mata hewan kurban yang sehat tampak cerah dan jernih, tanpa ada tanda-tanda kekeruhan atau kemerahan. Mata yang berair atau belekan bisa menunjukkan infeksi atau masalah kesehatan lainnya.

b. Mulut

Periksa kondisi mulut hewan. Mulut yang sehat tidak berbau busuk dan tidak ada luka atau pembengkakan pada gusi dan lidah. Hewan yang sehat juga tidak menunjukkan tanda-tanda hipersalivasi (mengeluarkan air liur berlebihan).

3. Pergerakan dan Aktivitas

a. Kesehatan Kaki

Hewan kurban yang sehat bergerak dengan lincah dan tidak menunjukkan tanda-tanda pincang. Periksa kaki dan kuku hewan untuk memastikan tidak ada luka, bengkak, atau infeksi.

b. Aktivitas

Hewan yang sehat akan aktif dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Hewan yang tampak lesu atau tidak aktif mungkin mengalami stres atau masalah kesehatan yang mendasarinya.

4. Kondisi Nafsu Makan dan Pencernaan

a. Nafsu Makan

Hewan kurban yang sehat memiliki nafsu makan yang baik. Hewan yang enggan makan atau menunjukkan penurunan nafsu makan bisa saja mengalami masalah pencernaan atau penyakit lainnya.

b. Kotoran

Perhatikan kotoran hewan. Kotoran yang normal harus berbentuk padat dan tidak mengandung darah atau lendir. Kotoran yang cair atau berdarah bisa menjadi tanda infeksi atau penyakit pencernaan.

5. Usia Hewan

Menurut syariat Islam, ada ketentuan usia minimal hewan yang boleh dijadikan kurban:

Kambing dan Domba: Minimal berusia satu tahun.

Sapi dan Kerbau: Minimal berusia dua tahun.

Unta: Minimal berusia lima tahun.

Pastikan hewan kurban memenuhi syarat usia ini untuk memastikan kesahihan ibadah kurban Anda.

6. Asal dan Perawatan

a. Asal Hewan

Pilih hewan kurban dari peternak atau penjual yang terpercaya. Hewan yang dipelihara dengan baik sejak lahir cenderung lebih sehat dan berkualitas.

b. Perawatan

Pastikan hewan kurban telah mendapatkan perawatan yang baik, termasuk vaksinasi dan pemeriksaan rutin oleh dokter hewan. Hewan yang dirawat dengan baik akan memiliki kondisi kesehatan yang optimal.

Memilih hewan kurban yang sehat memerlukan perhatian dan pengetahuan yang baik. Pastikan Anda memeriksa kondisi fisik, mata dan mulut, pergerakan dan aktivitas, nafsu makan dan pencernaan, serta usia hewan. Dengan memperhatikan ciri-ciri ini, Anda dapat memastikan bahwa hewan kurban Anda sesuai dengan syariat dan memberikan manfaat maksimal bagi yang menerimanya.

Selain itu, selalu beli hewan kurban dari sumber yang terpercaya untuk memastikan kualitas dan kesehatan hewan. Dengan demikian, Anda tidak hanya menjalankan ibadah dengan baik, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang menerima daging kurban tersebut.(ra)