Pendidikan Widyalaya dan Gerbang Pembangunan SDM Hindu

Ketua Departemen Kaderisasi Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), I Putu Andre Juliana. (foto:gemapos/dok.istimewa)
Ketua Departemen Kaderisasi Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), I Putu Andre Juliana. (foto:gemapos/dok.istimewa)

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” – Nelson Mandela

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 telah mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Berdasarkan Undang-Undang No 20 Tahun 2003, Pasal 1 berbunyi sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Tujuan Pendidikan Nasional

Dalam Pasal 3 Undang-Undang No 20 Tahun 2003 disebutkan tujuan pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut,  sistem pendidikan yang berjalan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan kondisi nasional, dan global. Oleh karena itu, penting dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan termasuk pada penyelenggaraan pendidikan berbasis keagamaan Hindu.

Hadirnya Pendidikan Widyalaya

Pada tanggal 14 Maret 2024, Kementrian Agama melalui Dirjen Bimas Hindu resmi melaunching Pendidikan Berbasis Hindu Widyalaya. Hadirnya pendidikan widyalaya atau pendidikan yang berciri khas Hindu akan meningkatkan akses, mutu, daya saing, dan relevansi pendidikan yang memadukan pendidikan umum dan ilmu agama Hindu sehingga harapanya dapat meningkatkan proses pembangunan sumber daya manusia Hindu dan nasional.

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaran Pendidikan Widayala, Pasal 1 disebutkan bahwa Widyalaya adalah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Hindu. Adapun pendidikan formal dengan kekhasan agama Hindu meliputi pendidikan usia dini (Pratama Widyalaya), pendidikan sekolah dasar (Adi Widyalaya)  pendidikan menengah pertama (Madyama Widyalaya), pendidikan menengah atas (Utama Widyalaya), dan  pendidikan menengah kejuruan (Utama Widyalaya Kejuruan).

Keseimbangan IPTEK dan Agama

Hadirnya pendidikan Widyalaya sebagai satuan pendidikan formal menjadi angin segar bagi masyarakat Hindu, pasalnya pendidikan yang berciri khas Hindu ini akan diselenggarakan dan berada langsung dibawah naungan pemerintah. Adapun kurikulumnya juga mengacu pada kurikulum sistem pendidikan nasional. Pendidikan Widyalaya menjadi sebuah solusi ditengah kebutuhan SDM yang tidak hanya saja ahli dalam bidang IPTEK namun harus dibarengi dengan etika dan moral yang berbudaya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Ditengah laju perkembangan ilmu pengetahuan yang cenderung liberal, maka penyelenggaraan pendidikan keagamaan bisa menjadi solusi dalam menjawab fenomena extrem tersebut.  Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Albert Einstein bahwa ilmu tanpa agam adalah buta,  Hal ini dapat diartikan bahwa orang berilmu tetapi tidak punya pedoman agama maka ia akan berjalan tanpa arah. Sedangkan agama tanpa ilmu, lumpuh artinya bahwa agama tanpa ilmu pengetahuan tidak akan membawa kemajuan peradaban  bangsa.

Gerbang Pembangunan SDM Hindu

Proses pendidikan kedepan akan terus berkembang, dengan hadirnya pendidikan widyalaya yang berciri khas Hindu menjadi gerbang pembangunan SDM Hindu Indonesia untuk mempersiapkan peserta didik memiliki akhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kompetensinya agar dapat hidup mandiri dan/atau mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih lanjut. Sehingga pendidikan widyalaya akan memiliki peran sentral  dalam membangun SDM Hindu Indonesia yang berkualitas dan berkarakter sebagai wujud ikut serta dalam proses pembangunan nasional nantinya.

Selanjutnya tantangan pendidikan keagamaan Hindu pasti akan semakin kompleks, perlunya sinergitas antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan pendidikan berciri khas Hindu yang bermutu dan berkualitas dan berkelanjutan. Penyelenggaraan pendidikan keagamaan Hindu yang memiliki mutu, berkualitas dan berkelanjutan merupakan kunci untuk membangun SDM Hindu yang unggul dan mampu menjawab tantangan zaman. Untuk menghadirkan semua itu tentu tidak hanya bergantung pada satu pihak saja, tapi secara bersama harus saling bergotong royong.

Meminjam konsep pendidikan dari K.H Dewantara, bahwa pendidikan tidak hanya sebatas proses mengajar dan belajar di dalam kelas, tetapi juga mencakup segala aspek pembentukan karakter, peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang membentuk manusia menjadi individu yang lebih baik. Oleh karena itu hadirnya pendidikan Widyalaya dengan visi dan semangatnya kedepan diharapkan mampu melahirkan, mencetak dan membangun SDM Hindu yang unggul, maju dan berbudaya.

I Putu Andre Juliana, Kepala Departemen Kaderisasi PP KMHDI Periode 2023-2025