Milenial dan Gen Z jadi Pemain Kunci Ekosistem Kripto di Indonesia

CEO Indodax, Oscar Darmawan (kiri) bersama Timothy Ronald (kanan). (Foto:gemapos/X @oscardarmawan)
CEO Indodax, Oscar Darmawan (kiri) bersama Timothy Ronald (kanan). (Foto:gemapos/X @oscardarmawan)

Gemapos.ID (Jakarta) - CEO Indodax, Oscar Darmawan mengungkapkan bahwa generasi Z dan milenial menjadi pemain kunci dalam ekosistem kripto di Indonesia. Oscar membeberkan jumlah pengguna Platform milikinya didominasi kalangan generasi tersebut.

“Dengan lebih dari 6,5 juta anggota di platform Indodax, sebagian besar berusia di bawah 35 tahun berjumlah lebih dari separuhnya. Fenomena ini menegaskan bahwa Generasi Z dan milenial bukan hanya konsumen, tetapi juga pemain kunci dalam transformasi ekonomi digital, khususnya dalam ekosistem kripto,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (19/5/2024).

Perdagangan aset kripto di Indonesia dinilai telah menarik minat anak muda di dunia investasi digital.

Dukungan teknologi blockchain telah membuat kripto sebagai pilihan investasi yang menjanjikan bagi mereka dan exchange kripto memiliki peran sebagai salah satu wadah berinvestasi menjanjikan.

Kemudahan mengakses platform edukasi yang benar juga disebut membuat anak muda dengan cepat belajar tentang dunia kripto.

“Harapannya, informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka bisa membantu untuk mengambil keputusan bijak,” ucap dia.

Oscar mengatakan bahwa program 'Indodax Goes to Campus’ menjadi langkah strategis bagi pihaknya dalam mendekatkan dunia kripto kepada generasi muda. Hal ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang investasi kripto sekaligus berinteraksi dengan mahasiswa secara langsung.

Pihaknya juga memiliki program Indodax Academy yang bisa diakses secara gratis di saluran Youtube, website, dan platform media sosial Indodax, mencakup diskusi panel, kelas praktis, hingga simulasi perdagangan kripto.

Menurut Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya, investasi di kripto lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan pasar saham konvensional. Platform seperti Indodax disebut memungkinkan individu untuk memulai investasi dengan modal serendah Rp10 ribu, sehingga lebih terjangkau untuk anak muda.

“Sebagai regulator, Bappebti menegaskan komitmen untuk memastikan integritas pasar kripto. Melalui pemantauan rutin terhadap platform seperti Indodax, mereka bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar, memberikan peringatan terhadap aktivitas mencurigakan, dan melakukan audit tahunan untuk memastikan ketaatan terhadap standar keuangan yang ketat,” ujarnya.

Dia menganggap program Indodax Goes to Campus menjadi langkah yang sangat tepat untuk mahasiswa sebagai salah satu segmen paling aktif dalam dunia digital dan memiliki potensi besar menjadi pelaku utama dalam pasar kripto di masa depan.

Dengan membawa informasi dan kesempatan investasi langsung ke mereka, kami berharap dapat membantu memperkuat pemahaman dan keterampilan finansial mahasiswa, serta membuka wawasan baru tentang investasi di era digital ini," ungkap dia.(ns)