Tuan Rumah 24th INDOMALAPHI, Dinkersinhan: Tingkatkan Keamanan Laut Sulu-Sulawesi

Kementerian Pertahanan RI menjadi tuan rumah pertemuan 24th INDOMALPHI Joint Working Group Meeting on the Trilateral Cooperative Arrangement, yang berlangsung 14-17 Mei 2024, di Bandung. (gemapos/kemhan ri)
Kementerian Pertahanan RI menjadi tuan rumah pertemuan 24th INDOMALPHI Joint Working Group Meeting on the Trilateral Cooperative Arrangement, yang berlangsung 14-17 Mei 2024, di Bandung. (gemapos/kemhan ri)

Gemapos.ID (Jakarta) - Kementerian Pertahanan RI menjadi tuan rumah pertemuan 24th INDOMALPHI Joint Working Group Meeting on the Trilateral Cooperative Arrangement, yang berlangsung 14-17 Mei 2024, di Bandung.

Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan, Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Steverly C. Parengkuan selaku Ketua Delegasi Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi seperti perampokan bersenjata terhadap kapal, penculikan, kejahatan transnasional dan terorisme di wilayah maritim yang menjadi perhatian bersama melatarbelakangi kerja sama ketiga negara (Indonesia-Malaysia-Filipina) dalam kerangka INDOMALPHI Trilateral Cooperative Arrangement.

“Hasil positif dari kolaborasi ketiga negara kita dalam Area of Maritime Interest (AMI) di Laut Sulu dan Sulawesi, telah ditandai dengan menurunnya ancaman keamanan secara signifikan, sehingga meningkatkan keselamatan pelayaran komersial, barang dan manusia,” ujar Steverly dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/5/2024).

Kendati demikian, Steverly mengingatkan pencapaian tersebut tidak boleh membuat lengah, karena tantangan keamanan tersebut masih ada dan suatu saat dapat mengancam kehidupan masyarakat.

“Terorisme akan terus menimbulkan tantangan karena mereka mampu tumbuh, beradaptasi dan menyebar, meskipun ada perkembangan global. Tantangan terorisme yang terus berlanjut mencakup radikalisasi online, radikalisasi perempuan dan pemuda, serta residivisme teroris. Kita harus waspada,” tegasnya.

Dengan latar belakang masalah tersebut, kerja sama dan upaya kolektif sangatlah penting, dengan melakukan patroli udara dan maritim yang terkoordinasi secara rutin, berbagi dan bertukar informasi, serta pertemuan kelompok kerja gabungan secara berkala dalam rangka menjaga keamanan dan stabilitas di Laut Sulu dan Laut Sulawesi.

“Saya juga mendukung gagasan apa pun untuk lebih memperluas kerja sama trilateral kita, tidak hanya di bidang keamanan maritim, namun juga di bidang lain yang menjadi perhatian bersama,” sambung Steverly.

Acara ini turut dihadiri Director of Maritime Security and Sovereignty Division, National Security Council, Prime Minister’s Department of Malaysia Mr. Khairul Azhar (Nik) Bin Abu Bakar, dan Acting Chief, Bilateral Cooperation Division, Office for Strategic Assessments and International Affairs, The Philippines Department of National Defense Ms. Louise Patricia Marie V. Jison. (ns)