Legislator: Usut Beking Tambang Emas Ilegal di Kalimantan

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. (gemapos/DPR RI)
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. (gemapos/DPR RI)

Gemapos.ID (Jakarta) - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendorong pemerintah mengusut tuntas kasus penggerebekan tambang emas ilegal di kalimantan. Mulyanto menilai perbuatan melawan hukum yang dilakukan warga asing ini tidak mungkin terjadi tanpa 'bekingan' oknum dalam negeri. 

"Pemerintah harus menangkap pelaku serta semua 'bekingan' yang memungkinkan terjadinya perbuatan ilegal ini," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulis di laman resmi DPR RI, Rabu (15/5/2024).

Dirinya menyoroti perihal pertambangan ilegal itu dilakukan di kawasan yang mudah diketahui masyarakat dan menggunakan peralatan berat. Oleh karenanya, Mulyanto berharap pihak berwenang perlu mengusut aktor intelektual dan para bekingnya. 

Politisi Fraksi PKS ini mendesak pemerintah segera mewujudkan pembentukan satgas terpadu tambang ilegal yang sejak lama digembar-gemborkan. Selain itu pemerintah juga harus mengangkat Dirjen Pertambangan definitif yang sudah lama kosong agar bisa melakukan pengawasan kegiatan penambangan di seluruh wilayah Indonesia. 

Lebih dari itu, Ia juga berharap pemerintah menjadikan peristiwa ini sebagai peringatan bahwa penambangan ilegal sudah sangat mengkhawatirkan. Pelakunya bukan hanya warga negara sendiri tapi juga warga negara asing.

Mulyanto khawatir kasus seperti ini ibarat fenomena gunung es, di mana yang terungkap baru puncaknya saja. Sementara di bawahnya masih banyak kasus lain yang lebih besar. Jika hal itu terjadi, menurutnya, maka menjadi wajar kalau fenomena kutukan negara yang dikaruniai sumber daya alam namun tetap miskin bahkan hancur lingkungannya. 

Justru, Mulyanto menekankan yang menikmatinya justru orang asing dengan cara ilegal. "Dengan begitu cita-cita konstitusi tidak pernah tercapai, dimana SDA dikuasai negara dan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Ini sungguh ironis," tegasnya. (ns)