Respon Jokowi Soal Jadi Penasehat Prabowo-Gibran: Sekarang Saya Masih Presiden

Presiden Jokowi sat meresmikan bendungan Ameroro di Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024). (gemapos/youtube sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi sat meresmikan bendungan Ameroro di Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024). (gemapos/youtube sekretariat Presiden)

Gemapos.ID (Jakarta) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) merespon wacana kemungkinan menjadi penasihat Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Jokowi hanya merespon dengan menegaskan dirinya masih menjadi Presiden hingga 6 bulan kedepan.

"Ini saya masih jadi Presiden sampai 6 bulan lagi lho, masih Presiden sekarang ini," kata Jokowi dalam keterangan pers di Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).

Jokowi juga menegaskan dirinya masih bekerja sebagai seorang Presiden dan belum pas menjawab soal isu tersebut. 

"Sekarang masih bekerja kayak gini, ditanyakan begitu," tegasnya.

Seperti diketahui, muncul usulan agar Presiden Jokowi menjadi penasihat khusus untuk Prabowo-Gibran.

Usulan itu muncul dari mantan politisi PDIP, Maruarar Sirait. Maruarar beralasan usulan tersebut muncul karena Jokowi punya segudang pengalaman, mulai pernah menjadi wali kota Surakarta, gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI ke-7.

"Pak Jokowi tentu akan memberi masukan dan menjadi penasihat sebagai orang yang berpengalaman," kata Maruarar dilansir Antara, Selasa (9/4).

Prabowo-Gibran, kata Ara sapaan akrabnya, juga diyakini akan melanjutkan program-program Jokowi. Untuk itu, Ara menekankan agar seluruh aktivis dapat bersatu mendukung pemerintahan Prabowo ketika menjabat sebagai Presiden RI.

"Kami adalah aktivis bagian pertama yang mendukung supaya Prabowo kompak dan solid ke depannya," kata dia.

Ara juga mengimbau agar aktivis tidak boleh menjadi pemisah hubungan baik yang telah terjalin antara Jokowi dan Prabowo. "Jadi, jangan sampai menjadi bagian yang memisahkan mereka. Posisi aktivis harus mengompakkan Prabowo dan Jokowi," ujarnya.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, juga pernah bicara kemungkinan Presiden Jokowi menjadi penasihat khusus Presiden terpilih Prabowo. Menurutnya, semua kemungkinan bisa saja terjadi.

"Ya semua kemungkinan itu kan bisa terjadi. Ya namanya kemungkinan semua terjadi selama dalam rangka konstitusional," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/4).(ns)