Kunci Pengendalian Pandemi Covid-19 Kata Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam peluncuran buku PC-PEN di Jakarta, Selasa (20/12/2022). (ant)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam peluncuran buku PC-PEN di Jakarta, Selasa (20/12/2022). (ant)

Gemapos.ID (Jakarta) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan program vaksinasi menjadi kunci keberhasilan dalam pengendalian pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Pada akhirnya, pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terbukti menjadi kunci keberhasilan dalam pengendalian pandemi di Indonesia. Hal tersebut diakui juga oleh dunia internasional,” kata Airlangga dalam peluncuran buku PC-PEN, melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), dia menjelaskan selama pandemi Indonesia mengambil langkah kebijakan “gas dan rem” yang mengintegrasikan antara penanganan kesehatan dengan pemulihan ekonomi.

Selain itu, “Diplomasi Vaksin” merupakan langkah strategis Indonesia untuk mendapatkan vaksin COVID-19 bagi seluruh masyarakat, yang mana sesuai dengan slogan No Country Should be Left Behind.

Lebih lanjut, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang melibatkan seluruh kalangan masyarakat juga telah mendukung pengendalian pandemi di dalam negeri.

“Kita melihat banyak sekali lesson learned yang sangat berharga, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi dan tantangan di masa-masa mendatang,” ujar Airlangga.

Dengan demikian, upaya seluruh lapisan masyarakat tersebut berhasil membuat pandemi lebih terkendali dan perekonomian pulih, yang mana tercatat tumbuh 5,72 persen year on year (yoy) pada triwulan III-2022.

Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan telah terdapat dua vaksin produksi dalam negeri yaitu Indovac buatan PT Bio Farma dan Inavac yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga dan PT Biotis.

“Dengan kemampuan mengonversi riset kepada vaksin, kita ada kesiapan menghadapi pandemi ke depan,” kata Airlangga. (ss)